Posted by Awaluddin Ramdhan | Posted in | Posted on 05.32
POHON
Orang-orang memanggilkun "pohon". karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Aku selalu suka menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai Trademark dalam sebuah lukisanku Aku telah berpacaran sebanyak 5 kali. Ada satu wanita yang sanagt kucintai tapi aku tidak punya keberanian untyuk mengungkapkannya. Dia tidak cantik. Dia sangat peduli dengan orang lain. Religius tapi dai hanya wanita yang biasa saja . Aku menyukainya. Sangat menyukainya . Gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya.
Alasanku untunk tidak mengajaknya kencan karena…….aku merasa biasa dan tidak serasi
untukku.
Aku takut jika kami bersama perasaan indah ini menghilang
Aku takut kalau ada gosib yang menyakitkan
Aku merasa dia adalah “sahabatku”
Aku akan memilikinya tiada batas, tidak harus memberikan semuanya unuk dia.
Alasan yang terakhir membuat dia menemaniku dalam berebagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain…..dan aku telah membuatnya menangis…..selama 3 tahun.
Ketika aku menggandeng pacarku yang ke-2, terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dan berwajah merah, setelah itu ia meniggalkan kami
Esoknya matanya merah dan bengkak dan merah. Aku sengaja untuk tidak memikirkan apa yang terjadi padanya dan apa yang membuatnya menangis . tapi aku bercanda dan tertawa bersama dia di ruangan itu seharian.
Di sudut ruangan ia menangis. Di atidak tahu bahwa aku mengambil barangku yang tertinggal disana..ia hampir mengais selama 1 jam.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Sempat terjadi perang ang dingin anatara mereka berdua.Aku tau bukan ia yang melakukan perang dingin pertama kali. Entah mengapa aku tetap memilih pacarku. Aku pun meneriakinya dan matanya penuh dengan air mata kesedihan dan kaget.
Aku tidak memikirkannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya aku dan dia masih bercanda seharian seakan kejadian “itu” tidak pernah terjadi . aku tahu ia sedih dan kecewa atasa perbuatanku itu, tapi ia tidak tau sakit hatiku sama sakitnya dengan ia. Aku juga sedih…..
Ketika aku putus dengan paca ku yang ke-5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan 1 hari itu, aku megnatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan. Kebetulan ia juga ingin mengatakn sesuatu padaku.
Aku mencertikan putusnya aku dengan pacarku. Dia berkata bahwa ia sedang memulai hubungan dengan seseorang.
Aku tahu baik pria itu, dia sering mengejarnya selama ini.c Pria yang baik penuh energi dan menarik.
Seketika itu juga hatiku sangat sakit…lebih sakit daripada sebelumnya. Aku hanya tersenyunm dan mengucapkan selamat padanya…Sampai di rumah air mataku mengalir deras karenanya….
Handphone-ku bergetar , SMS itu dikirim 10 hari sebelum aku menangis dan terluka.
SMS I itu berbunyi…”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak meminta padanya untuk tinggal”
DAUN
Aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa daun untuk meniggalkan pohon yang selama ini ditinggali butuh banyak kekuatan.
Selama 3 tahun aku dekat dengan seorang pri, bukan sebagai pacar tetapi sebagai “Sahabat”. Tetapi ketika ia mempunayi pacar untuk pertama kalinya…aku mempelajari pelajaran yang belum pernah aku alami sebelumnya….--CEMBURU—
Mereka hanay bertahan selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyimpan rasa bahagia luar biasa. Tapi sebulan kemudidan ia bersama gadis lain .
Aku menyukainya dan aku tahu bahwa ia juga menyukaiku..tapi kenapa ia tidak mau mengataknnya?Jika ia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk mengalah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa. Aku mulai mengira bahwa ini ada cinta bertepuk sebelah tangan.
Tapi mengapa dida memperlakukan lebih dari sekedar teman? Menyukai seorang sangat menyusahkan hati. Aku tau kesukaannya , kebiasaannya.
Tapi perasaannya padaku tidak pernah bias diketahui. \kau tidak mengharapkan seorang wanita untuk mengatakanya bukan. Diluar itu, aku mau tetap disampingnya , memberinya perhatian, menemani dan mencintainya. Berharap suatu nanti dia akan datang dan mencintaiku.
Hal itu seperti menunggu teleponnya tiap malam, mengharapkan mengirimkan SMS . Aku tau sesibuk apapu dia pasti meluangkan waktunya.
Tiga tahun cukup berat aku lalui dan………………..AKU MENYERAH. Kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. Dilema yang menemaniku 3 tahun ini…Akhir tahun ketiga, ada seorang pria yang mengejarku..Setiap hari ia mengejarku tanpa lelah. Dia seperti angin yan glembut mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon.
Segala daya ia lakukan untuk mendapatkanku, walau selalu kutolak. Sempat aku berpikir…………apakah aku ingin memberikan ruang kecil untuknya?
Dia seperti angin yan glembut mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar aku ingin member ruang untuk angin ruang kecil di hatiku…..
Aku tak ingin membawa pergi daun yang lusuh jauh dank e tempat yuang lebih baik. Akhirnya aku meniggalkan pohon. Pohon hanya tersenyum…………………….ia tidak memintaku untuk tinggal.
Aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku..
”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak meminta padanya untuk tinggal”
ANGIN
Aku menyukai seorang gadis bernam Daun.
Karena ia sangat bergantung pada pohon aku harus menjadi angin yang kuat
Angin akan meniup Daun terbang jauh.
Pertama kalinya, aku melihat seseorang memperhatikan kami. Ketika itu, dia selalu duduk disaan atau bersam teman-temannya mem[perhatikan Pohon.Ketiak Pohon berbicara dengan gadis-gadis ada cemburu dimatanya . Ketika Pohon memperhatikan Daun ada senyum dimatanya.Memperhatikan kebiasaanku. Seperti Daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja aku tak melihat dai aku merasa ada yang hilang.
Di sudut ruang itu, aku lihat Pohon sedang memperhatikan Daun. Air mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi , kulihat Daun ditempatnya yang biasa sedang memperhatikan Poho. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Kuambil secarik kertas , kutulis dan kuberikan padanya. Dia sangat kagetr meliahat isi surat itu. Kemudian ia tersenyum menerima kertasa dariku.
Esoknya ia menghampiriku dan ternyata hati Daun sangat kuat, Angin tak bisan meniupnya hal itu yang membuat Daun tidak mau meniggalkan Pohon. Sangat pelan, ia mulai membuka dirinya padan kehadiran ku….dan telponku..Aku tau aku bukan orang yang dicintainya…..tapi aku bersaha untuk membuat ia mencintaiku……….
Selama 4 bulan aku berjuang keras untuk mendapatkannya. Hampir tiap kali ia mengalihkan pembicaraan tapi aku tidak menyerah begitu saja. Aku ingin memilikinya dan berharap Ia menjadi pacarku suatu hari….Aku bertanya..., “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak membalasku?”
“Mengapa kau selaulu membisu?”Dia berkata ”Aku menengadahkan kepalaku…..”
“Ah?” AKu tidak percaya denagn apa yang ku dengar “Aku menengadahkan kepalaku….”dia berteriak….Kuletakan elepon….melompat…berlari seribu langkah… kerumahnya Dia membuka pintu bagiku..…”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak meminta padanya untuk tinggal.”
Orang-orang memanggilkun "pohon". karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Aku selalu suka menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai Trademark dalam sebuah lukisanku Aku telah berpacaran sebanyak 5 kali. Ada satu wanita yang sanagt kucintai tapi aku tidak punya keberanian untyuk mengungkapkannya. Dia tidak cantik. Dia sangat peduli dengan orang lain. Religius tapi dai hanya wanita yang biasa saja . Aku menyukainya. Sangat menyukainya . Gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya.
Alasanku untunk tidak mengajaknya kencan karena…….aku merasa biasa dan tidak serasi
untukku.
Aku takut jika kami bersama perasaan indah ini menghilang
Aku takut kalau ada gosib yang menyakitkan
Aku merasa dia adalah “sahabatku”
Aku akan memilikinya tiada batas, tidak harus memberikan semuanya unuk dia.
Alasan yang terakhir membuat dia menemaniku dalam berebagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain…..dan aku telah membuatnya menangis…..selama 3 tahun.
Ketika aku menggandeng pacarku yang ke-2, terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dan berwajah merah, setelah itu ia meniggalkan kami
Esoknya matanya merah dan bengkak dan merah. Aku sengaja untuk tidak memikirkan apa yang terjadi padanya dan apa yang membuatnya menangis . tapi aku bercanda dan tertawa bersama dia di ruangan itu seharian.
Di sudut ruangan ia menangis. Di atidak tahu bahwa aku mengambil barangku yang tertinggal disana..ia hampir mengais selama 1 jam.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Sempat terjadi perang ang dingin anatara mereka berdua.Aku tau bukan ia yang melakukan perang dingin pertama kali. Entah mengapa aku tetap memilih pacarku. Aku pun meneriakinya dan matanya penuh dengan air mata kesedihan dan kaget.
Aku tidak memikirkannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya aku dan dia masih bercanda seharian seakan kejadian “itu” tidak pernah terjadi . aku tahu ia sedih dan kecewa atasa perbuatanku itu, tapi ia tidak tau sakit hatiku sama sakitnya dengan ia. Aku juga sedih…..
Ketika aku putus dengan paca ku yang ke-5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan 1 hari itu, aku megnatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan. Kebetulan ia juga ingin mengatakn sesuatu padaku.
Aku mencertikan putusnya aku dengan pacarku. Dia berkata bahwa ia sedang memulai hubungan dengan seseorang.
Aku tahu baik pria itu, dia sering mengejarnya selama ini.c Pria yang baik penuh energi dan menarik.
Seketika itu juga hatiku sangat sakit…lebih sakit daripada sebelumnya. Aku hanya tersenyunm dan mengucapkan selamat padanya…Sampai di rumah air mataku mengalir deras karenanya….
Handphone-ku bergetar , SMS itu dikirim 10 hari sebelum aku menangis dan terluka.
SMS I itu berbunyi…”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak meminta padanya untuk tinggal”
DAUN
Aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa daun untuk meniggalkan pohon yang selama ini ditinggali butuh banyak kekuatan.
Selama 3 tahun aku dekat dengan seorang pri, bukan sebagai pacar tetapi sebagai “Sahabat”. Tetapi ketika ia mempunayi pacar untuk pertama kalinya…aku mempelajari pelajaran yang belum pernah aku alami sebelumnya….--CEMBURU—
Mereka hanay bertahan selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyimpan rasa bahagia luar biasa. Tapi sebulan kemudidan ia bersama gadis lain .
Aku menyukainya dan aku tahu bahwa ia juga menyukaiku..tapi kenapa ia tidak mau mengataknnya?Jika ia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk mengalah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa. Aku mulai mengira bahwa ini ada cinta bertepuk sebelah tangan.
Tapi mengapa dida memperlakukan lebih dari sekedar teman? Menyukai seorang sangat menyusahkan hati. Aku tau kesukaannya , kebiasaannya.
Tapi perasaannya padaku tidak pernah bias diketahui. \kau tidak mengharapkan seorang wanita untuk mengatakanya bukan. Diluar itu, aku mau tetap disampingnya , memberinya perhatian, menemani dan mencintainya. Berharap suatu nanti dia akan datang dan mencintaiku.
Hal itu seperti menunggu teleponnya tiap malam, mengharapkan mengirimkan SMS . Aku tau sesibuk apapu dia pasti meluangkan waktunya.
Tiga tahun cukup berat aku lalui dan………………..AKU MENYERAH. Kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. Dilema yang menemaniku 3 tahun ini…Akhir tahun ketiga, ada seorang pria yang mengejarku..Setiap hari ia mengejarku tanpa lelah. Dia seperti angin yan glembut mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon.
Segala daya ia lakukan untuk mendapatkanku, walau selalu kutolak. Sempat aku berpikir…………apakah aku ingin memberikan ruang kecil untuknya?
Dia seperti angin yan glembut mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar aku ingin member ruang untuk angin ruang kecil di hatiku…..
Aku tak ingin membawa pergi daun yang lusuh jauh dank e tempat yuang lebih baik. Akhirnya aku meniggalkan pohon. Pohon hanya tersenyum…………………….ia tidak memintaku untuk tinggal.
Aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku..
”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak meminta padanya untuk tinggal”
ANGIN
Aku menyukai seorang gadis bernam Daun.
Karena ia sangat bergantung pada pohon aku harus menjadi angin yang kuat
Angin akan meniup Daun terbang jauh.
Pertama kalinya, aku melihat seseorang memperhatikan kami. Ketika itu, dia selalu duduk disaan atau bersam teman-temannya mem[perhatikan Pohon.Ketiak Pohon berbicara dengan gadis-gadis ada cemburu dimatanya . Ketika Pohon memperhatikan Daun ada senyum dimatanya.Memperhatikan kebiasaanku. Seperti Daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja aku tak melihat dai aku merasa ada yang hilang.
Di sudut ruang itu, aku lihat Pohon sedang memperhatikan Daun. Air mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi , kulihat Daun ditempatnya yang biasa sedang memperhatikan Poho. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Kuambil secarik kertas , kutulis dan kuberikan padanya. Dia sangat kagetr meliahat isi surat itu. Kemudian ia tersenyum menerima kertasa dariku.
Esoknya ia menghampiriku dan ternyata hati Daun sangat kuat, Angin tak bisan meniupnya hal itu yang membuat Daun tidak mau meniggalkan Pohon. Sangat pelan, ia mulai membuka dirinya padan kehadiran ku….dan telponku..Aku tau aku bukan orang yang dicintainya…..tapi aku bersaha untuk membuat ia mencintaiku……….
Selama 4 bulan aku berjuang keras untuk mendapatkannya. Hampir tiap kali ia mengalihkan pembicaraan tapi aku tidak menyerah begitu saja. Aku ingin memilikinya dan berharap Ia menjadi pacarku suatu hari….Aku bertanya..., “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak membalasku?”
“Mengapa kau selaulu membisu?”Dia berkata ”Aku menengadahkan kepalaku…..”
“Ah?” AKu tidak percaya denagn apa yang ku dengar “Aku menengadahkan kepalaku….”dia berteriak….Kuletakan elepon….melompat…berlari seribu langkah… kerumahnya Dia membuka pintu bagiku..…”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak meminta padanya untuk tinggal.”
