Posted by Awaluddin Ramdhan | Posted in | Posted on 05.09
Aku adalah Aku
aku adalah aku. aku ga bisa menjadi dia atau mereka. aku hanyalah manusia biasa yang mencoba menjadi luar biasa dengan segala kelebihan dan kekurangan yang aku punya.
aku adalah aku. aku ga bisa menjadi tampan agar memikat cewe dengan pertimbangan muka sentris, aku bukan orang kaya yang bisa memberi ini itu padahal sebenernya aku ga mampu, aku ga bisa jadi cowo sweet dengan memakai topeng untuk berpura pura baik agar kamu jadi tertarik. aku bukan sapardi yang merayumu dengan ratusan puisi di malam hari.
yang aku bisa hanya memberikanmu cinta, dan menggambarkannya dengan berbagai media yang aku punya
aku adalah aku, biar kau menilaiku layaknya bunga, kuncup, mekar, harum, layu lalu meranggas. semua ada waktunya. tinggal bagaimana kamu bisa menerimaku apa adanya. kadang duri menusuk, tak apa, anggap saja itu tanda kamu sesekali bersedia untuk terluka.
aku adalah aku. aku hanya bisa memberi kamu aku seutuhnya. anggap saja aku sebagai tanah liat, bila kamu menginginkanku berubah, bicara dan berdoalah, dan aku akan berusaha meminta dan membantu Tuhan agar memahatku sesuai bentuk yang kamu mau.
aku adalah aku.
karna kaulah aku ada
karna kaulah aku lebih percaya akan adanya cinta
aku adalah aku. aku ga bisa menjadi dia atau mereka. aku hanyalah manusia biasa yang mencoba menjadi luar biasa dengan segala kelebihan dan kekurangan yang aku punya.
aku adalah aku. aku ga bisa menjadi tampan agar memikat cewe dengan pertimbangan muka sentris, aku bukan orang kaya yang bisa memberi ini itu padahal sebenernya aku ga mampu, aku ga bisa jadi cowo sweet dengan memakai topeng untuk berpura pura baik agar kamu jadi tertarik. aku bukan sapardi yang merayumu dengan ratusan puisi di malam hari.
yang aku bisa hanya memberikanmu cinta, dan menggambarkannya dengan berbagai media yang aku punya
aku adalah aku, biar kau menilaiku layaknya bunga, kuncup, mekar, harum, layu lalu meranggas. semua ada waktunya. tinggal bagaimana kamu bisa menerimaku apa adanya. kadang duri menusuk, tak apa, anggap saja itu tanda kamu sesekali bersedia untuk terluka.
aku adalah aku. aku hanya bisa memberi kamu aku seutuhnya. anggap saja aku sebagai tanah liat, bila kamu menginginkanku berubah, bicara dan berdoalah, dan aku akan berusaha meminta dan membantu Tuhan agar memahatku sesuai bentuk yang kamu mau.
aku adalah aku.
karna kaulah aku ada
karna kaulah aku lebih percaya akan adanya cinta
