Posted by Awaluddin Ramdhan | Posted in | Posted on 21.08
Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, Socrates.
Plato :'apa itu cinta? bagaimana aku bisa menemukannya?'
Socrates : 'di depan sana ada sebuah ladang gandum. pergilah ke sana, sebrangi ladang itu tanpa memandang ke belakang. saat kau menemukan 1 helai gandum yang paling baik, itulah cinta'
Plato berjalan ke depan dan belum seberapa lama, ia kembali dengan tangan kosong tanpa memetik apapun.
Socrates bertanya, 'kenapa kamu tidak memetik apapun?'
Plato menjawab, 'karena aku hanya bisa memetik satu dan aku tak boleh memandang ke belakang. aku memang telah menemukan helai yang sangat baik, tapi tidak tahu apakah ada yang lebih baik lagi di depan jadi aku batal memetiknya. semakin jauh aku berjalan, ternyata helai-helai itu tidak sebagus apa yang kutemukan sebelumnya sehingga aku tidak memetik apapun.
Socrates berkata, "itulah cinta"
Di hari berikutnya, Plato bertanya kepada Socrates,"apa itu pernikahan? bagaimana aku dapat menemukannya?"
Socrates menjawab, "di depan sana ada hutan yang subur. seberangi hutan itu dan tebang satu pohon saja tanpa memandang ke belakang. Jika kamu sudah menemukan pohon tertinggi, itulah pernikahan."
Tak berapa lama kemudian, dia kembali membawa pohon. Pohonnya tidak begitu subur dan tak begitu tinggi. Itu hanya sebuah pohon biasa.
Socrates bertanya, "kenapa kamu menebang sebuah pohon biasa"
Plato menjawab, "berdasarkan pengalaman aku sebelumnya, aku berjalan hingga setengah perjalanan tapi tak menemukan apapun. Ketika itu, aku melihat pohon ini dan berfikir pohon ini tidak begitu jelek lalu aku tebang dan bawa kemari. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan."
Socrates menjawab, "itulah pernikahan"
Plato :'apa itu cinta? bagaimana aku bisa menemukannya?'
Socrates : 'di depan sana ada sebuah ladang gandum. pergilah ke sana, sebrangi ladang itu tanpa memandang ke belakang. saat kau menemukan 1 helai gandum yang paling baik, itulah cinta'
Plato berjalan ke depan dan belum seberapa lama, ia kembali dengan tangan kosong tanpa memetik apapun.
Socrates bertanya, 'kenapa kamu tidak memetik apapun?'
Plato menjawab, 'karena aku hanya bisa memetik satu dan aku tak boleh memandang ke belakang. aku memang telah menemukan helai yang sangat baik, tapi tidak tahu apakah ada yang lebih baik lagi di depan jadi aku batal memetiknya. semakin jauh aku berjalan, ternyata helai-helai itu tidak sebagus apa yang kutemukan sebelumnya sehingga aku tidak memetik apapun.
Socrates berkata, "itulah cinta"
Di hari berikutnya, Plato bertanya kepada Socrates,"apa itu pernikahan? bagaimana aku dapat menemukannya?"
Socrates menjawab, "di depan sana ada hutan yang subur. seberangi hutan itu dan tebang satu pohon saja tanpa memandang ke belakang. Jika kamu sudah menemukan pohon tertinggi, itulah pernikahan."
Tak berapa lama kemudian, dia kembali membawa pohon. Pohonnya tidak begitu subur dan tak begitu tinggi. Itu hanya sebuah pohon biasa.
Socrates bertanya, "kenapa kamu menebang sebuah pohon biasa"
Plato menjawab, "berdasarkan pengalaman aku sebelumnya, aku berjalan hingga setengah perjalanan tapi tak menemukan apapun. Ketika itu, aku melihat pohon ini dan berfikir pohon ini tidak begitu jelek lalu aku tebang dan bawa kemari. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan."
Socrates menjawab, "itulah pernikahan"
